Sinergi Fitness

Your Fitness Business Partner

Thursday
Oct 23rd
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kumpulan Artikel Fitness Artikel Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ?

Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ?

TRANSLATE Translate ( terjemahkan )
Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ?
Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ?

Beritahu Teman Tentang Artikel Ini - Klik salah satu icon

Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in Delicious Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in Digg Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in FaceBook Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in Google Bookmarks Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in Stumbleupon Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in Technorati Submit Bakteri Sakazakii - Apaan Tuh ? in Twitter
 

Keberadaan bakteri Entrobacter Sakazakii di dalam susu formula tidak perlu dirisaukan atau dicemaskan oleh para orang tua. Pasalnya, bakteri ini bisa mati pada air panas dengan minimal suhu 70 derajat celcius. Untuk itu, diimbau kepada orang tua dalam menyajikan susu formula kepada bayi hendaknya menggunakan air panas.

Umar Zein, selaku ahli kesehatan,  mengatakan selain itu, jika ada sisa lebih baik dibuang, karena susu paling bertahan dua jam. Bakteri Sakazakii ini tidak membahayakan pada setiap bayi. Bakteri ini hanya berdampak pada bayi yang daya tahan tubuhnya lemah serta pada bayi yang lahir prematur.


“Bagi bayi yang sehat, apalagi anak-anak, bakteri ini tidak membahayakan,” ujarnya, pagi ini. Bakteri Sakazakii ini berpotensi hadir dimana dan kapan saja, termasuk juga di Indonesia. Pasalnya, susu formula bisa terkontaminasi bakteri melalui udara.
“Bakteri dimana-mana saja ada, bakteri kan penyebarannya bisa melalui udara. Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Dia menyarankan kepada para ibu dalam memberikan susu formula kepada bayinya hendaknya menggunakan air panas. “Sebaiknya beri ASI ekslusif saja,” sebutnya.

Sementara itu, ahli kesehatan dan gizi di Medan, Sairi M Saragih, menuturkan tidak hanya susu yang berpotensi terkontaminasi Sakazakii, tetapi bisa juga ditemukan di beberapa bahan makanan antara lain daging cincang awetan, sayuran, serta keju.

“Bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus atau diare pada bayi, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, infeksi dalam perut dan infeksi lainnya,” pungkasnya.

Disarankan, dalam memberikan susu formula baiknya harus memperhatikan cara penyajian yang baik dan benar, sehingga mengurangi resiko infeksi. “Susu yang diberikan untuk setiap mau minum dan langsung habis, berarti jumlah penyajiannya harus sedikit," ungkapnya.

Kata dia, Ini untuk mengurangi kuantitas dan waktu susu formula itu terkontaminasi bakteri dari udara. Jadi jangan ada sisa, dan sisa itu jangan diberikan lagi pada bayi. Bayi lahir prematur sangat rentan terserang bakteri Sakazakii.

Penelitian independen tentang kandungan bakteri dalam susu bubuk formula yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) berbuntut panjang. Masyarakat masih resah karena belum ada keterangan jelas tentang merek susu yang tercemar Enterobacter Zakazakii.  
Tapi kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, bakteri sejenis itu memang dapat dijumpai di mana-mana, baik di makanan, lingkungan, bahkan di usus manusia normal. Bakteri itu ada yang berbahaya dan ada yang tidak. Bakteri yang berbahaya bisa menyerang bayi yang usianya kurang dari 28 hari, bayi prematur, dan yang beratnya tubuhnya kurang. Akibatnya, bisa menderita diare ataupun meningitis.
 
Lalu bagaimana cara menghindari susu yang mengandung Enterobacter Sakazakii?

 
Badan POM menganjurkan agar tehindar dari bakteri, larutkan susu bubuk formula menggunakan air yang dimasak sampai mendidih lalu dibiarkan selama 10-15 menit agar suhunya turun dan menjadi tidak kurang dari 70 derajat celcius.
 
Siapkan susu yang dapat dihabiskan bayi sesuai takaran. Kemudian, sisa susu yang sudah larut harus dibuang setelah dua jam.
 
“Pemakaian susu bubuk formula bukanlah suatu produk yang steril dan dapat terkontaminasi kuman yang dapat menyebabkan penyakit,” kata Kepala BPOM Kunstantiah, dalam jumpa pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (10/2/2011).
 
Enterobacter Zakazakii memiliki kemampuan bertahan pada produk kering, namun mudah mati jika terkena panas pada suhu 70 derajat celcius dalam 15 detik dan bisa ditemukan pada tanah, udara, lalat, dan tikus.