Sinergi Fitness

Your Fitness Business Partner

Sunday
May 20th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kumpulan Artikel Fitness Artikel Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional?

Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional?

TRANSLATE Translate ( terjemahkan )
Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional?
Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional?

Beritahu Teman Tentang Artikel Ini - Klik salah satu icon

Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in Delicious Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in Digg Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in FaceBook Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in Google Bookmarks Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in Stumbleupon Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in Technorati Submit Mengapa Sayuran Organik Lebih baik dari Sayuran Konvensional? in Twitter
 

Salah satu penelitian yang paling komprehensif dan definitif telah menunjukkan bahwa buah kiwi yang dikelola secara organik mengandung faktor kesehatan yang lebih tinggi daripada buah kiwi yang ditanam secara konvensional.

Penelitian dilakukan dengan membandingkan buah kiwi yang ditanam berdampingan satu sama lain di pertanian yang sama, pada saat yang sama, di bawah kondisi lingkungan yang sama.


Buah kiwi yang ditanam secara organik memiliki tingkat polyphenol yang lebih tinggi, antioksidan yang lebih banyak, dan memiliki kadar vitamin C dan mineral penting yang lebih tinggi. Ilmuwan yang melakukan studi ini juga meneliti kemampuan tanaman organik dalam mengatasi hama tanpa adanya pestisida. Kadar antioksidan yang tinggi dipercaya sebagai reaksi alami terhadap stres.

Buah dan sayuran yang ditanam secara konvensional, sangat mungkin terkontaminasi oleh sisa kimia yang berasal dari pestisida dan pupuk kimia. EPA (Environmental Protection Agency) menyatakan terdapat 60% herbisida, 90% fungisida dan 30% insektisida bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

Pestisida bisa menyebabkan pengaruh negatif terhadap kesehatan, termasuk keracunan otot, terganggunya sistem endokrin, bersifat karsinogenik dan menekan sistem imun. Paparan terhadap pestisida juga berdampak pada fungsi reproduksi pria dan dikaitkan dengan keguguran pada wanita.